Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal
Ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam
Ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun
Ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa
Ada waktu untuk meratap, ada waktu uttuk menari
Ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk
Ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi
Ada waktu untuk membuang, ada waktu untuk menyimpan
Ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit
Ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara
Ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci
Ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai
Apakah untung pekerja dari yang dikerjakaannya dengan berjerih payah?
Aku telah melihat pekerjaan yang diberikan Allah kepada anak-anak manusia untuk melelahkan dirinya.
Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan ia memberikan kekekalan dalam hati mereka.
Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.
Aku tahu bahwa untuk mereka tak ada yang lebih baik dari pada bersuka-suka dan menikmati kesenangan dalam hidup mereka.
Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah.
Aku tahu bahwa segala sesuatu yang dilakukan Allah akan tetap ada untuk selamanya; itu tidak dapat ditambah dan tak dapat dikurangi; Allah berbuat demikian, supaya manusia takut akan Dia.
Yang sekarang ada dulu sudah ada, dan yang akan ada sudah lama ada; dan Allah mencari yang sudah lalu.(By:Dearni Vien caroline)
Senin, 28 September 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar